Beranda > Artikel
Mengasah Keterampilan dan Kemandirian: Santri SMA IT Riyadhatul Qulub dalam Praktik Mesin Sepeda Motor.
Oleh : Taufiq Hidayat, S.Kom
Oleh : Taufiq Hidayat, S.Kom
Di tengah fokus pendidikan agama yang kental, SMA Islam Terpadu (IT) Riyadhatul Qulub terus berinovasi dalam membekali santrinya dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan zaman. Salah satu program unggulan yang menarik perhatian adalah kegiatan praktik mesin sepeda motor, yang baru-baru ini diikuti oleh para santri dengan antusiasme tinggi.
Kegiatan praktik ini merupakan bagian dari upaya SMA IT Riyadhatul Qulub untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki kemandirian serta keterampilan vokasional yang mumpuni. Dalam praktik ini, para santri diajak untuk memahami lebih dalam tentang cara kerja mesin sepeda motor, melakukan perawatan dasar, hingga mengidentifikasi dan mengatasi masalah sederhana pada kendaraan roda dua.
"Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya berhenti pada teori di dalam kelas. Santri perlu merasakan langsung bagaimana ilmu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Ustaz [Nama Pengajar/Kepala Sekolah], penanggung jawab program. "Praktik mesin sepeda motor ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga melatih ketelitian, pemecahan masalah, dan kerja sama tim."
Pembelajaran Aktif dan Interaktif
Dalam sesi praktik, santri dibimbing langsung oleh instruktur yang berpengalaman di bidang otomotif. Mereka diajarkan mulai dari pengenalan komponen-komponen mesin, fungsi masing-masing bagian, hingga praktik bongkar pasang karburator, penggantian oli, pemeriksaan busi, dan sistem pengereman. Setiap tahapan dijelaskan secara rinci, memberikan kesempatan bagi santri untuk bertanya dan mencoba langsung.
Salah satu santri, [Nama Santri], mengungkapkan kesannya, "Awalnya saya kira sulit sekali membongkar mesin. Tapi setelah diajarkan langkah demi langkah, ternyata seru! Sekarang saya jadi tahu kenapa motor harus diservis rutin dan apa saja yang perlu dicek."
Integrasi Nilai Islami dan Kemandirian
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga disisipi dengan nilai-nilai Islami seperti pentingnya menjaga amanah (kendaraan), kebersihan, ketekunan, dan tidak mudah menyerah. Santri diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap alat dan hasil kerja mereka, menumbuhkan etos kerja yang positif.
Program ini diharapkan dapat memberikan bekal tambahan bagi santri, baik untuk kepentingan pribadi di masa depan maupun sebagai pondasi jika mereka tertarik untuk mendalami bidang otomotif lebih jauh. SMA IT Riyadhatul Qulub terus berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja dengan bekal keterampilan yang relevan dan karakter yang kuat.